Prilly Latuconsina Kaget Lihat Fakta di Balik Gunungan Sampah: Masalahnya Jauh Lebih Besar dari yang Kita Bayangkan | katamuda.com

Prilly Latuconsina Kaget Lihat Fakta di Balik Gunungan Sampah: Masalahnya Jauh Lebih Besar dari yang Kita Bayangkan

Prilly Latuconsina, Aktris sekaligus aktivis lingkungan
Prilly Latuconsina Kaget Lihat Fakta di Balik Gunungan Sampah: Masalahnya Jauh Lebih Besar dari yang Kita Bayangkan

Jakarta – Aktris sekaligus aktivis lingkungan Prilly Latuconsina mengaku mendapat perspektif baru soal persoalan sampah setelah mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) terbesar Bantargebang bersama Waste4Change dan Generasi Peduli Bumi melalui program Akademi Bijak Sampah (AKABIS) Xperience.


Lewat kunjungan tersebut, Prilly melihat langsung bagaimana sampah yang setiap hari dihasilkan masyarakat ternyata menyimpan dampak besar terhadap lingkungan, termasuk menghasilkan emisi metana yang berkontribusi pada krisis iklim.


"Aku lagi ada di TPST terbesar dan ternyata masalah sampah jauh lebih besar dari yang selama ini aku bayangkan," ungkap Prilly dikutip dalam video yang diunggah melalui media sosialnya, Senin (15/6/2026).


Menurut Prilly, salah satu fakta yang paling mengejutkannya adalah emisi metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah. Gas ini dikenal sebagai salah satu gas rumah kaca yang memiliki dampak besar terhadap pemanasan global.


Dalam kunjungan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai emisi metana yang mencapai sekitar 6,3 ton dan terlepas ke atmosfer dari aktivitas pengelolaan sampah. Temuan ini menjadi pengingat bahwa sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan lingkungan.


Bagi Prilly, pengalaman tersebut membuka mata bahwa mengurangi sampah dari rumah memang penting, tetapi tidak cukup jika tidak diikuti perubahan perilaku secara kolektif.


"Kita sering berpikir buang sampah pada tempatnya sudah selesai. Padahal setelah itu masih ada proses panjang dan dampak lingkungan yang harus kita pahami bersama," ujarnya.


Melalui program AKABIS, generasi muda diajak untuk lebih mengenal persoalan sampah dari hulu hingga hilir, sekaligus memahami bagaimana langkah sederhana sehari-hari dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.


Prilly pun mengajak anak muda untuk mulai lebih peduli terhadap isu lingkungan dan tidak menganggap persoalan sampah sebagai masalah yang jauh dari kehidupan mereka.


"Semakin kita paham, semakin kita sadar bahwa menjaga lingkungan itu bukan tugas satu pihak saja. Semua orang punya peran, termasuk kita sebagai generasi muda," katanya.


Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Sebab di balik setiap sampah yang dibuang, ada dampak yang mungkin tidak terlihat, tetapi sangat berpengaruh bagi masa depan bumi.


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan *.

Loading...
Tidak Ada Komentar